Postingan

Menampilkan postingan dengan label Menye-menye

Berkelana

Sudah kusisiri belahan kota ini, pergi mengelilingi tiap sudut tempat yang menjadi harapanku tiada kamu. Berharap segera bayangmu enyah. Aku ingat malam di mana kota ini terasa sangat begitu dingin. Menusuk rangka-ku, malam di mana kamu mengatakan bahwa kamu sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan bersamaku lagi. Cintamu telah usai, katamu. Malam itu, setelah apa yang kamu ucapkan padaku, kamu pamit dengan begitu tergesa-gesa, seolah-olah ada pintu lain yang akan kamu ketuk setelah ini. Kamu menghiraukan pintaku untuk menetap sebentar lagi.  Aku menerka apa yang sebenarnya terjadi. Tatanan rambutmu sama seperti saat kamu memintaku untuk menetap. Wangi tubuhmu seperti mengingatkan kembali saat-saat di mana kamu memintaku untuk menjadi wanitamu. Sekarang kamu mengulang lagi hal yang sama namun tidak dengan aku di dalamnya, kamu ingin menggantikan sosok wanita beberapa tahun yang lalu. Kamu memilih jalan yang tidak ada aku lagi di dalamnya. Siapa dia? tanyaku ganar. W...

Keliru

Tepat setelah aku mendeklarasikanmu sebagi satu dari prioritasku, di hari itu juga aku harus menelan cua. Begitu pahit, kenyataan bahwa kamu hanya menjadikanku sebuah kelakar, aku bagai arena rekreasi untukmu, tempatmu bermain-main. Aku keliru mengartikan perhatian-perhatian kecil yang kamu berikan, keliru mengartikan senyum-mu yang kupikir hanya untukku, aku keliru mengartikan genggaman-genggaman kecil saat kita bersama. Aku keliru saat kukira kita ada pada perasaan yang sama saat kamu selalu bersedia menghabiskan waktu untuk berbincang denganku, keliruku ketika aku mengira kamu membawa segenap hatimu saat sedang bersamaku. Kukira aku tidak jatuh cinta sendirian, kupikir ada kamu di dalamnya, bersamaku.  Seharusnya aku sadar sejak awal, bahwa ini bukan ketertarikanmu yang akan berujung pada sebuah afeksi padaku. Ini hanya rasa penasaranmu yang ingin kamu ketahui jawabannya. Ketika aku telah membuka ruang yang selama ini kututup rapat-rapat, dengan segala rasa yang mengge...

Jika nanti

Kita adalah insan yang dipenuhi dengan keraguan. Ragu akan perasaan yang mulai mengisi. Ragu tentang nyaman yang tercipta diantara kita. Ragu akan kita di masa depan. Biar saja, kata kita harus lahir dari keraguan. Aku harap aku menjadi seseorang yang ada dalam keraguanmu. Menjadi wanita yang kamu pilih dengan penuh pemikiran, dengan penuh pertimbangan. Jika nanti keraguanmu dapat diartikan menjadi sebuah titik awal, maka keyakinanlah yang menjadi jawaban akhirnya. Keyakinan bahwa kata kita memang terdiri dari aku dan kamu.  Cukup saat ini nikmati rasa ragumu, jangan terlalu terburu-buru untuk mendapatkan sebuah jawaban. Karena aku tidak ingin hubungan kita lahir dari rasa tergesa-gesa. Aku tidak akan bertanya dengan pertanyaan yang mereka tanyakan, pertanyaan yang menuntutmu segera dalam menentukan hubungan kita, pertanyaan yang bisa membungkam-mu secara telak. Karena aku tahu, tanpa  ada pertanyaan " Kita ini apa? " kamu sudah tahu jawabannya. Kita ...

Jika kamu hanya singgah

Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong beritahu aku. Agar aku tahu apa yang harus aku sajikan. Segelas kopi atau sebongkah hati? Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong bersikaplah selayaknya tamu. Bukan sebagai seorang yang akan menetap. Agar aku tahu bagaimana harus aku memperlakukanmu. Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong beritahu aku. Agar aku tahu kapan waktunya kamu pulang. Sehingga aku tak akan berharap bahwa aku memiliki peluang. Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong ingatkan aku. Agar aku tahu sebab mengapa kamu ada di sini. Sehingga kelak tidak ada prasangka yang buruk tentangmu. Jika kamu hanya ingin singgah, tolong jangan berikan kesan yang indah. Agar  tidak ada hati yang tergugah. Jika kamu hanya singgah, tolong jangan menampar aku dengan tarikan di sudut bibirmu. Lengkungan itu berbahaya. Acap kali aku membantah, pertahananku akan runtuh juga. Jika kamu tidak pernah b...

Kalau kita percaya Tuhan yang sama

Hi, selamat malam. Apa kabar?  Sudah lama tidak bersua. Ada hal yang sebenarnya ingin sekali aku sampaikan sejak dahulu. Ingin bertukar obrolan bersama, menghabiskan sore dengan segelas coklat panas sebagai teman kita berdua. Atau kamu lebih suka kopi? tidak masalah, aku suka keduanya. Apapun itu, asal lawan bicaraku kamu aku tidak terganggu, tapi sayang sekali, aku tak pernah dipertemukan dengan kesempatan itu. Jauh sebelum aku mengenalmu aku sudah percaya bahwa segala takdir Tuhan ialah yang terbaik untuk semua hambanya. Apa kamu percaya itu juga?  Seperti halnya aku percaya bahwa bertemu denganmu adalah takdir yang telah Tuhan gariskan. Tapi untuk bersamamu aku tidak yakin. Akhir-akhir ini aku terus mengulang pertanyaan yang sama. Bagaimana jika kita mempercayai Tuhan yang sama? Apakah jalan cerita kita akan tetap sama? Apakah kita tetap akan berpisah tanpa bersama?  Lucu memang, untuk apa kita saling menaruh harap pada hal yang tak mungkin. A...

Kau memang manusia

Katamu kita bersaudara Katamu kita ada untuk Indonesia Katamu segala perbedaan kian luruh ketika sang Dwiwarna menghiasi negeri tercinta Katamu tidak ingin menyakiti siapapun yang mencintai negeri ini Karena Indonesia segalanya Bangsa Indonesia adalah diriku Diriku yang harus kujaga Harus ku lindungi Katamu.. Namun segala semangat dan cinta itu telah sirna Jauh setelah bagian diri kita tak pernah redam untuk saling menyakiti Saling curiga, menabuh dendam, darah yang tidak pernah henti mendidih  Kau biarkan menjelma menjadi bagian dari negeri ini Hingga semua sisi gelap itu bermuara menjadi sebuah kebencian Kebencian yang berujung pada sikap ingin menyingkirkan lawan Siapapun yang tidak setuju denganku akan ku habisi Ku gerogoti namanya hingga tak bertuan Ku sobek nuraniku Ku bungkam segala perbedaan Yang terpenting semua ada untukku Semua hidup dalam genggamanku Demi lancarnya inginku, tak apa jika satu dua insan tersakiti Toh me...

Belajar menerima

Darimu aku belajar menerima kekalahan. Aku belajar menerima bahwa tidak semua yang kita inginkan harus selalu menjadi kenyataan. Kamu datang dengan keadaan yang berantakan. Katamu hatimu telah hilang. Tidak apa-apa, bagiku segala hal yang telah kamu lakukan adalah hal yang terbaik untuk hidupmu. Kamu telah memutuskan yang terbaik. Kalau ada suatu hal yang mengganggumu untuk terus berlari mengejar apa yang kamu inginkan, kembalilah, mari melangkah bersamaku.  Aku tidak pernah berjanji tidak akan membuatmu kecewa, Bagaimanapun aku manusia, Sekeras apapun aku mencoba untuk tidak melukaimu, Akan ada saatnya kamu terluka akibat perilaku-ku, Tapi percayalah, aku tidak pernah dengan sengaja melukaimu. Tapi kecewaku ketika mengetahui keputusanmu, Kamu pergi tanpa pamit, Tidak pernahkah terlintas dalam pikiranmu untuk mengucapkan kata selamat tinggal? Mengapa? Apa karena kamu memang tidak pernah tinggal? Kamu tidak pernah tinggal di sini, bersamaku. Hanya aku ...

Kamu dan rasa terimakasihku

Di setiap senyum yang kamu persembahkan pada dunia Di situ ada doaku di heningnya malam Disaat banyak mata yang terlelap dalam mimpi Di situ ada aku yang dengan keyakinan memohon agar Tuhan selalu menjagamu Kamu tidak pernah tahu seberapa yakinnya aku akan pertemuan kita  Pertemuan yang ku nanti Pertemuan yang akan menghadirkan kupu-kupu penuh warna dalam hatiku Entah kapan pun aku tak tahu Entah dengan cara apapun aku takan pernah mengerti Kamu mungkin bukan seperti pangeran dalam negeri dongeng Bukan juga seperti prajurit berkuda putih Entah sesuai dengan impianku atau tidak Aku tidak masalah Mungkin kamu seorang laki-laki dengan motor bebekmu,  Atau laki-laki dengan mobil berlogo salah satu  alphabet Aku tidak masalah Entah saat itu berapa banyak digit dalam rekeningmu,  Apa yang kamu kenakan, Berapa banyak gelar yang mengikuti namamu, Aku tidak peduli Yang aku yakini Kamu adalah rasa terimakasih yang selalu ak...

Kamu

Apa kabar? Aku harap kamu masih ada di bumi yang sama denganku. Hanya dengan mengetahui kamu masih menginjakkan kaki yang sama di tempat ku berpijak, aku sudah merasa tenang. Berawal dari ketidaksengajaan yang Tuhan telah rencanakan ,  kisah kita berlanjut, ah tunggu, maksudku berlanjut bagiku saja, mungkin? Aku tidak tahu pertemuan kita meninggalkan kesan atau tidak bagimu, ku harap jawabanya adalah iya. Sebelumnya tidak pernah ku temui senyuman sehangat itu, melihatmu tersenyum membuatku sadar bahwa ada hal yang tidak kalah manisnya dari madu. Tutur katamu, kebiasaan kamu diatas benda besi beroda empat itu menjadikan aku pengingat yang paling baik. Aku yang terbiasa malas untuk mengingat detail  tentang orang lain yang baru kutemui menjadi aku seorang pengingat yang handal. Candaanmu bagaikan candu untuk ku, sekalipun kamu tidak sedang melemparkan lelucon tapi aneh sekali, mengapa aku terus tersenyum, bahkan tertawa untukmu? Aku tidak pernah mengenal siapa kamu,...

Ternyata dia

Hujan adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa, pernah denger kalimat tersebut? Gue membuktikannya langsung kemarin. Iya kemarin, tepat banget saat hujan turun begitu deras di kota Bekasi. Sebenernya ini salah satu cerita patah hati gue yang ragu untuk gue bagikan, tapi ada sesuatu yang rasanya ingin gue ceritakan disini. Cerita ini bukan cerita patah hati ala ala cinta-cintaan mao pacaran/nikah gitu, ngga ngga gitu haha. Beda rasa tapi satu makna. Begini ceritanya; Kemarin, gue menemukan sebuah tulisan dari seseorang yang membuat gue jatuh cinta. Inget, gue jatuh cinta dengan tulisannya, bukan orangnya. Buat sebagian orang kayak gue, bisa aja untuk jatuh cinta dengan tulisan seseorang tanpa terlebih dahulu bertemu dengan sang pemilik tulisan. Seperti halnya gue jatuh cinta dengan tulisan-tulisannya mas Andrea Hirata, gue tidak mengenal pribadinya tetapi gue jatuh cinta dengan tulisan-tulisannya. Bagi gue, melihat tulisan seseorang (yang tentunya ditulis dengan rasa...

Kepada seseorang yang sedang jatuh cinta

Kepada seseorang yang sedang jatuh cinta, ketika jatuh cinta semua terasa berjalan lebih lambat, entah itu waktu, ataupun senyuman yang dia berikan. ketika dia terseyum kamu seakan-akan melambung tinggi ke langit, padahal dia tidak hanya memberikan senyumannya kepadamu. ketika jatuh cinta hal-hal kecil tentangnya berubah menjadi hal-hal besar bagimu. ketika jatuh cinta kamu mulai mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang dia lakukan, bahkan dia sendiri tidak menyadarinya. ketika jatuh cinta duniamu mulai berpusat padanya, kamu mulai menghubungkan hal yang terjadi kepadamu dengan dia. ketika jatuh cinta lelucon basi darinya terasa amat menggelitik, kamu tau itu karena apa? karena kamu tertawa dengan hati, bukan dengan logika.  ketika jatuh cinta kamu tidak lagi peduli dengan cinta lain yang datang padamu. ketika jatuh cinta kamu hanya ingin melihatnya, dan terus melihatnya, seakan-akan hanya ada dia di dunia ini. ketika jatuh cinta kantong rindumu tidak...

Kamu masa lalu yang tak pernah berlalu

Bila ditanya posisi kamu dalam hatiku saat ini, aku enggan untuk menjawab. bukan karena aku benci, apalagi cinta, tidak.  kumohon jangan berfikiran seperti itu. kadang aku terheran-heran ketika memikirkan sosok kamu. kamu itu masa lalu ku, namun anehnya mengapa kamu tak pernah berlalu? tak habis fikir mengapa kamu tak pernah mencoba untuk beranjak dari hidupku. atau aku yang tak benar-benar mau melepasmu? ah sepertinya tidak seperti itu. kamu tidak sehebat itu hingga aku tak rela melepasmu. lalu, apa hal yang membuatmu tak pernah berlalu? perlakuanmu. itu alasan terbesarku menahanmu. jangan pernah mengira bahwa perlakuanmu itu semanis senyum-mu. justru sebaliknya.

Manisan pare

kamu ada didekatku kamu datang menghampiriku memanggilku dengan kata 'sayang' beribu kata manis kau lontarkan dan bodohnya? aku hampir percaya. aku mengiyakan meski, ada segores keraguan dalam hatiku kamu menjajikan madu untuku,sungguh manis. tanpa aku sadari ada sepercik racun dalam larutan madu-mu. hati ingin berontak berontak ketika aku sadar kamu memberi madu bukan hanaya kepadaku. berontak ketika aku sadar begitu dermawannya kamu membagi-bagikan rasa manis kepada setiap wanita. aku bisa apa? apa yang bisa aku lakukan? logikaku mengalir,bahkan berteriak setelah mengerti apa yang kamu lakukan kepadaku.. halah manisan pare ternyata iya sikap kamu seperti manisan pare semanis manisnya manisan pare akan terasa pahit dilidah. semanis manisnya kamu akan terasa pahit dihati. kamu adalah mimpi buruku, sayang.

Akhir dari kita

Kisah kita memang sudah berakhir, lama tertutup dengan rapat. Namun jauh dibelakang punggungku masih terukir bayangmu, jelas. Bahkan sangat nyata ketika aku menengokan kepalaku ke arahmu. Kamu begitu tidak paham arti mencintai, atau mungkin aku yang tak paham bagaimana cara dicintai? Bila benar seperti itu, kitalah yang bersalah. Kita yang tak paham apa itu cinta. Kisah kita berakhir dengan bahagia. Orang orang disekelilingku tidak percaya bahwa kita telah menutup kisah kita. Mereka bertanya " mengapa? bukanya kalian terlihat baik-baik saja? " Memang hubungan kita terlihat baik-baik saja, bahkan kita lupa cara bertengkar. Kita lupa cara cemburu, yang dulu selalu kau selipkan di setiap tingkahku. Bahkan kita lupa cara melantunkan kata sayang. Iya kita terlalu baik-baik saja sehingga kita lupa bagaimana caranya mencintai. Katamu lelah bila terus bertengkar. Kataku lelah bila terus baik-baik saja. Namun lagi-lagi aku kalah. Aku tak punya alasan apa-apa un...