Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poems

Jendela, tinta dan asa

Mengagumimu membuatku benci.. Benci ketika harus menahan debaran di hati.. Aku benci harus bersembunyi di balik jendela Aku benci harus berterus terang melalui tinta penaku Aku benci harus bersembunyi di balik asa ku.. Dari balik jendela ini seperti ada dunia luar Dunia tentangmu.. Berterus terang melalui tinta menjadi senjata andalanku.. Menyadari jarak antara kita terlalu jauh, Biruku berubah menjadi kelabu.. Mengapa tuhan menghadirkan dinding pemisah antara kita? Mengapa tuhan memberikan warna abu-abu pada perasaanku terhadapmu? Jauh sebelum aku mengenalmu, tak ada yang menggelitik hatiku seperti ini.. Jangan tanyakan mengapa aku sebodoh ini. Karna aku pun tak mengerti ini. Yang ku tau, saat melihat garis indah di sudut bibirmu, memoriku terus mengulangnya. Memohon agar aku terus menghafalnya.. Tidak usah takut, Aku bukan fakir asmara yang akan memohon padamu begitu saja. Harga diri masih menyelimuti diri ini. Ini hanya segores tentang kegelisahan hati,...

Untuk sahabat

sahabat.. penyinar kekelaman dalam nelangsaku segores tinta dalam lembar kehidupan jauh tidak berarti pupus jauh tidak menyudutkanku pada asa yang terbungkam sebongkah kasih itu akan selalu ada untukmu sobat.. tak perduli 1000 keelokan mendekati diriku bagiku, tiada yang lebih elok selain rasa sayangmu jiwamu membuat diriku menunjukan siapa aku sebenarnya meskipun aku hanya sebongkah daging, seenggok tulang yang tak bernyawa kamu tetap menerimaku apa adanya.. tak perlu menjadi sempurna saat bersamamu karna bagiku persahabatan kitalah yang tersempurna tak perlu menjadi yang terindah setiap didekatmu karna bagiku rasa persahabatan kita sudah cukup indah.. aku menjadi tuli saat bersamamu saat 1000 orang menertawakan kekonyolan kita,aku tetap tidak perduli. aku menjadi bisu saat 1000 orang bertanya ' apa yang membuat kita bersahabat? ' aku tak bisa menjelaskannya, semua rasa bagaikan terpenjara dalam kalbuku.. 1000 orang menawarkan keindahan walaupun aku t...

Debu yang bersaksi

aku setitik debu yang ditiupkan untuk menghiasi bumi begitu juga orang orang sekelilingku namun ketika aku menengokan pandanganku ke sekelilingku kudapati tawa diantara mereka tanpa setitik tangis di ujung kelopak matanya padahal yang sedang ia lakukan menyelimpang dari ajaranmu.. tuhan.. apa mereka tidak menyadarinya? mereka selalu membenciku. mereka selalu membuangku. mereka menyingkirkanku. mereka bilang aku sesuatu yang 'kotor' namun apa mereka tidak menyadarinya bahwa merekalah yang lebih kotor dariku. mereka bilang aku membuat sebagian dari mereka 'sesak napas' namun apa mereka tidak menyadarinnya bahwa tingkah merekalah yang membuat alam sesak napas melihatnya. mengapa manusia manusia itu selalu menyingkirkan sesuatu yang membuat mereka terganggu? mengapa seonggok daging itu berlenggok diatas bumi tanpa menyadari kekotorannya? andai mereka sadar bahwa tubuh mereka lebih dari debu pasti tawa di sudut bibir mereka lenyap begitu saja.. ka...