-
Bisa gak ya aku percaya lagi? Pada luka-luka yang terasa familiar, kembali menyeretku pada tangisan dan kekecewaan berulang. Kemarahan yang tidak selesai Ini hal sederhana Kata yang selalu aku ucapkan sejak hari itu, tapi jika mengingatnya entah kenapa sakitnya masih terasa. Seketika aku menjadi orang lain, sosok yang tidak aku kenal juga. Lalu esoknya aku bisa kembali menjadi diriku. Berulang begitu sejak hari itu. Hari di mana aku dikecewakan oleh ekspetasiku sendiri. Apakah ini akan berbeda? Atau ujungnya akan sama? Ini sudah pukul 11 malam, bukankah harusnya tidur? Mengapa berulang kali menghabiskan malam dengan tangisan yang sama. Mungkin kita harus sadar bahwa kita tidak sesespesial itu untuk orang lain, siapapun itu. Ia tetap menyisihkan ruang ruang kecil di hatinya untuk mencari kesenangan lain, keindahan lain yang bukan kita. Semoga kelak ada laki-laki yang menggenggam tangan mungil kita, yang meyakinkan kita bahwa rasa percaya juga patut diberikan pada orang lain, orang ...