Postingan

Dear my self

Dear my self, this is the letter for you, a letter about your struggles, i just want to thank you through this letter.  Hi, hari ini genap memperingati 22 tahun kamu menghabiskan waktu di bumi ini. 22 tahun yang tidak mudah. 22 tahun yang kalau dibayangkan kamu tidak akan sanggup untuk bertahan dan melalui langkah demi langkahnya, tetapi nyatanya kamu cukup kuat untuk bertahan, kamu hebat. Hal yang tidak mudah pasti, saat semua yang berjalan sebenarnya bukan hal yang kamu inginkan. Hal-hal sederhana yang seharusnya sudah menjadi hak sepenuhnya untuk kamu memilih, tapi bagaimanapun kamu tahu, dunia tidak selalu berpusat padamu, selalu ada pilihan demi pilihan yang akhirnya dipilih bukan hanya untuk dirimu saja, melainkan untuk membuatmu belajar dalam mengendalikan egomu. Egomu begitu besar, aku tahu. Kamu adalah manusia dengan seribu ambisi, targetmu bukan hanya tentang esok, bukan hanya tentang bagaimana kamu akan menyelesaikan satu masalah, lebih jauh dari itu, kamu telah...

Untuk kamu si pemaksa

Hi, tulisan ini aku khususkan untuk setiap laki-laki atau perempuan yang sedang berusaha merebut takdir orang lain untuk mengubah takdirnya. Seseorang yang sudah menghabiskan hampir seperempat hidupnya untuk mencoba membuat orang lain jatuh cinta kepadanya. Seseorang yang selalu berjuang untuk mendapatkan orang lain yang dia rasa terbaik bagi hidupnya. Kepadamu, tulisan ini aku persembahkan. --- Jatuh cinta memang tidak luput dari rasa sakit, bagaimana tidak, jika kata depannya saja sudah jatuh. Apakah kamu harus terjatuh untuk mendapatkan cinta? Lalu bagaimana denganmu? apakah setelah jatuh kamu berhasil mendapatkan cinta dari dia yang kamu harapkan? Jika jawabannya iya, maka selamat, kata jatuh cinta itu berhasil kamu sematkan pada dirimu. Namun jika tidak, bukan berarti kamu tidak berhasil, hanya saja mungkin cinta itu tidak kamu dapat dari seseorang yang kamu harapkan, melainkan dari dirimu sendiri, atau berasal dari orang yang selama ini mengasihimu, mungkin saja, bu...

Krisis kemanusiaan

Nyakitin ya denger berita yang baru aja ramai diperbincangkan, tagar #JusticeforAudrey sudah ramai terlihat, meski kebenaran yang terjadi belum terungkap. Bagaimanapun memang seharusnya hukum dan keadilan berada di pihak korban. Apa yang dilakukan pelaku bukan lagi sesuatu yang bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, bukan sesuatu yang bisa dilupakan begitu saja hanya karena pelaku masih di bawah umur, tidak. Jika hukum tidak dapat bertindak tegas dan membiarkan pelaku tidak menerima hukuman yang setimpal maka jangan salahkan ke depannya akan muncul korban lainnya. Jangan salahkan jika ada pelaku di bawah umur yang melakukan tindakan keji lainnya. Seperti kasus yang sudah terjadi dan terselesaikan begitu saja, kasus siswa yang menganiaya gurunya dan melakukan tindakan asusila dan kasusnya mendapatkan maaf begitu saja. Katanya khawatir akan masa depan pelaku tapi tidak khawatir dengan masa depan korban? such a crazy thing called savage. Hal gila apapun yang dilakukan pelaku ...

At the end of the day

Hai, mas. Selamat malam, mungkin ketika kamu melihat tulisan ini bisa saja hari sudah berganti, atau tulisan ini sudah tidak lagi berada di posisi pertama sebagai pembuka pada blog ini. Mas, terima kasih atas segala waktu dan telinga yang telah kamu sediakan untukku. Sejak beberapa hari yang lalu hingga hari ini merupakan hari yang tidak mudah untukku, terlebih lagi setelah mengetahui apa yang menjadi sumber perdebatan kita pada malam itu.  Mas, sejak mengenalmu aku tahu bagaimana rasanya memiliki seorang yang dapat berperan sebagai apa saja, kamu dapat menjadi sahabat terbaik, bisa juga menjadi teman untukku menertawai hal gila tentang dunia ini. Menjadi kakak disaat aku lelah dan membutuhkan sandaran untuk sekedar beristirahat, tidak ada bahu senyaman bahumu, mas. Semoga tidak akan pernah ada bahu lainnya yang dapat menyaingi milik-mu.  Kamu mengajarkan aku untuk tumbuh menjadi manusia, bersamamu aku belajar untuk jujur dalam berperasaan. Mas terima kasih karena ...

Being human

Memangnya menjadi manusia di era saat ini susah, ya? Benar-benar manusia yang diciptakan sepaket dengan kebebasan merasakan senang dan sedih. Manusia yang diciptakan sepaket pula dengan kebaikan dan keburukannya. Jadi beberapa hari yang lalu gue menonton sebuah channel di youtube yang membicarakan tentang kebebasan untuk menunjukkan diri sendiri di sebuah media sosial. Lalu dalam channel tersebut membicarakan tentang "pahitnya" menjadi seorang public figure di era sekarang, kebetulan yang berbicara ini adalah seorang public figure yang gue yakini wajahnya tidak asing di mata kita, gue pula sering melihat beliau di beberapa program tv. Beliau bilang gini, "Kenapa sih ketika  seorang public figure  yang sudah dinilai baik harus selalu terlihat baik? giliran gue mencoba untuk menunjukkan diri gue yg sebenarnya malah langsung dicap buruk banget, gue sih gak takut ya orang mau bilang gue buruk atau gimana, karena emang gue berusaha jujur dengan diri gue, gue gak...

Prostitusi dan gaya hidup

Prostitusi atau pelacuran menurut KBBI adalah suatu pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan. Di Indonesia sendiri prostitusi sedang ramai diperbincangkan. Khusunya tentang prostitusi online. Sebenernya gue gak kaget sih ketika mendengar berbagai berita tentang public figure  yang ikut terlibat dalam bisnis ini. Bisnis ini juga merupakan bisnis yang tidak mudah untuk dibasmi, karena banyak sekali jejaringnya, banyak pelakunya. Gue gak mau bahas soal individu yang namanya sedang ramai dibicarakan. Karena gak ada hak gue untuk menjudge  mereka. Gue cuma mau menyampaikan opini gue tentang prostitusi ini secara umum, bukan membahas nama pelakunya. Prostitusi sendiri sangat lekat kaitannya dengan perempuan, padahal nyatanya bukan hanya kaum perempuan yang banyak terlibat dalam bisnis ini. Banyak juga kaum laki-laki yang berperan sebagai "penawar jasa" bukan hanya "pengguna jasa".  Lalu apa sih yang mendorong pelaku unt...

Bersimpati dan berempati dengan tepat

Heran. Satu kata yang muncul begitu gue melihat isi komentar di ig para korban bencana di daerah Tanjung Lesung.  Indonesia sedang berduka dan melihat tanggapan para netizen membuat gue makin berduka. Gue tahu bahwa di hati kecil mereka sebenarnya memiliki niatan baik tetapi mungkin penyampaiannya tidak dengan cara yang baik sehingga menimbulkan ketidakbaikan. Emangnya apa yang ada di benak kalian ketika kalian ketika mengomentari sebuah postingan di akun korban bencana dengan kata-kata menyudutkan si korban? Kata-kata seperti "Azab karena berbuat begini atau begitu lah", "kasian dia udah meninggal tapi belom sempet tutup aurat", dan hal lainnya yang membuat gue sedih melihatnya.  Kenapa sih kita gak belajar buat bersimpati dan berempati dengan cara yang tepat? Maksud gue saat kita bersimpati dan berempati atas sesuatu yang terjadi pada orang lain tolonglah bersimpati dan berempati dengan tulus tanpa niat ingin merasa benar atau menjatuhkan dia. Bayangin...