Postingan

Apa yang kita lihat

Gambar
Whoa, hae haaalo teman-teman. Tadi gue abis bimbingan pertama, ceilah, akhirnya kayak mahasiswa beneran juga gue huhu Jadi tadi gue kelar bimbingan maghrib-maghrib, niatnya mau ngajak temen sekalian aja bukber cuman ternyata oh ternyata dia sudah ada yang jemput. Akhirnya gue buka ajalah sama mamang mamang kopi depan fakultas. Ketika gue sedang menanti dijemput (ama abang gojek lah ya udh jelas) gue melihat keramaian di timeline gue. Sebenernya udah dari kemarin, cuman TLnya nggak gue scroll  dengan telaten dan penuh cinta (ok sip). Jadi gue gak engeh kalo ada keriweuhan yang sedang memuncak di timeline gue. Hadeuh, dari segala keriweuhan dunia pertwitteran, membuat gue melihat bahwa fenomena media sosial ini semakin tahun semakin complicated . Orang-orang makin kesini makin aja menjadikan perspektifnya sebagai kesimpulan buat seluruh permasalahan-permasalahan yang ada, bukan cuma di media sosial sih, cuman buat gue hal ini sering terjadi di media sos...

Melawan kebencian dengan cinta

Gambar
Menjadi Indonesia berarti siap untuk menanamkan rasa toleransi dalam keragaman , siap untuk memahami serta menjalankan nilai-nilai pancasila. Indonesia negeri yang lahir dari beribu perbedaan tetapi tumbuh dari satu persamaan. Tumbuh dari nilai-nilai kesatuan dalam Bhineka Tunggal Ika.  Source image: https://www.google.co.id/ Sedih rasanya ketika mendengar dan melihat berita yang marak diperbincangkan pada minggu ini. Sedih rasanya mengetahui bahwa di dalam Indonesia masih ada jiwa-jiwa yang hatinya tertanam kebencian terhadap orang lain bahkan terhadap suatu kaum.  Sedih rasanya ketika melihat Indonesia menjadi saksi akan bibit-bibit kebencian yang kian disebarkan oleh suatu kelompok yang memiliki paham yang keliru. Kelompok yang tega membunuh jiwa-jiwa lainnya. Kelompok yang tega menebar ketakutan dan kebencian. Kelompok yang tega membuat kericuhan bahkan kerusakan. Haruskah Indonesia menjadi seperti ini? Haruskah dunia menjadi seperti ini? Sebagian...

Do you really know me? (Curhatan campur aduk)

Gambar
Source image: https://www.google.co.id/ One the fact that I have. No one truly knows the real pain I face. I like to keep it to my self. Setelah beberapa hari yang lalu gue bertanya tanya pada (beberapa) teman dekat gue tentang "Bagaimana mereka memandang gue?" lebih tepatnya gue bertanya tentang perilaku yang "kurang baik" apa yang harus gue modifikasi, dan jawaban mereka cukup mengejutkan gue. "Nana itu misterius, aku gak pernah bisa nebak kamu lagi kenapa, aku gak pernah liat kamu marah, atau kecewa yang bener-bener kecewa sama suatu hal, bukan cuma kesel-keselan iseng doang." "Kadang aku mikir, aku udah cukup deket belom ya sama Nana. Atau aku hanya sekedar kenal Nana?" "Aku pengen liat Nana marah atau kecewa sama sesuatu, yang bener-bener gitu." "Sometimes Nana to be a neutral, maybe too neutral. I don't know so much about your truly emotions." "Kamu baik Nana. Aku gak bisa ny...

Waktu

Gambar
source image: http://rumahtarbiyah.com/ Waktu berlalu begitu cepat atau kita yang berjalan begitu lambat? Pagi, selamat hari Minggu! Minggu pagi gue kali ini disambut dengan sebuah foto wedding dari seorang teman sekolah, dulu. Melihat fotonya yang bertengger manis di timeline , membuat gue bertanya-tanya, kenapa dia gak ngundang gue? Padahal gue ini temennya loh, rasanya saat melihat foto itu gue pengen nyanyi lagunya mbak Desi Ratnasari, Tanpa undangan, diriku kau lupakan~ Halah, gak. Gue bercanda, meskipun benar gue gak mendapatkan undangan apapun gue merasa tetap harus berprasangka baik akan dirinya. Ya gak adil aja gitu kalo tiba-tiba gue benci seseorang hanya karena gak merasa nerima undangan pernikahannya.  Setelah gue melihat foto dia berbalut busana pengantin,  gue berpikir tentang alasan mengapa gue tidak menerima sebuah undangan untuk menghadiri wedding nya tersebut. Gue berpikir bahwa gue sendiri yang menutup pintu untuk o...

Mereka yang spesial (Komentar tentang Anak Berkebutuhan Khusus di media sosial)

Gambar
https://www.google.co.id/ Anak Berkebutuhan Khusus atau biasa disingkat ABK, mereka yang menurut gue sangat istimewa. Mereka yang bisa membalikkan dunia gue. Dulu, sebelum gue terjun ke dunia ABK gue menganggap bahwa ABK ini ialah anak yang selalu membutuhkan orang lain untuk mengurusinya, untuk mengurusi seluruh hidupnya bahkan. Sama halnya dengan pikiran seseorang yang berkomentar tentang ABK (SLB lebih spesialnya) dalam sebuah media sosial, sebuah komentar yang sedang ramai dibicarakan di kalangan pendidikan SLB, khususnya teman-teman gue.  Bila ditanya apakah komentar tersebut salah atau tidak gue mencoba menjawabnya dengan melihat dari beberapa sudut pandang, yang pertama , gue melihat bahwa ia adalah seseorang yang memiliki pengetahuan yang setengah-setengah tentang ABK , mungkin seperti halnya gue dulu. Gue sadar bahwa mengetahui sesuatu secara tidak menyuluruh membuat kita mempersepsikan sesuatu tersebut dengan kurang tepat, tidak salah, juga tidak benar se...

Jarak antara sedih dan bahagia

Gambar
Source Image : https://www.google.co.id/ Ketika kita sedang merasakan sedih, kita seringkali larut dalam kesedihan tersebut, kita lupa bahwa kesedihan itu akan berlalu dan berganti menjadi bahagia. Begitu pula ketika sedang merasa bahagia, kita seringkali lupa bahwa kebahagiaan tentang dunia hanya sementara.  Tadi siang, ketika gue sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah acara, tepatnya di sebuah lampu merah yang lumayan padat, gue  diberi kesempatan menyaksikan keadaan yang membuat gue benar-benar sadar akan jarak antara sedih dan bahagia. Di sisi sebelah kiri gue terdapat sebuah angkot yang ramai penumpang, sang supir sedang menghitung uang hasil tarikkannya hari itu, terlihat wajahnya sangat bahagia, senyumannya mengembang begitu bangga, sambil membalikkan lembaran uang tersebut, ia berkata, "Belom sore, tarikkan full!" dengan nada lantang, membuat orang yang mendengarnya pun turut bahagia. Begitu pun gue. Tidak lama setelah itu,...

Tentang sepi

Gambar
image source: https://www.google.co.id/ Sepi bukanlah hukuman yang Tuhan berikan, bukan pula sesuatu yang amat menakutkan, sehingga harus dihindari. Sepi adalah cara Tuhan menitipkan beribu pesan agar kita menghargai semua yang telah hadir dalam hidup kita, entah itu keluarga, sahabat, teman, ataupun kekasih. Lewat sepi gue belajar banyak hal, yang gak pernah gue dapat ketika gue bersama orang lain. Mulai dari gue mengenal tentang siapa sebenarnya gue, mengetahui sisi lain dalam diri gue yang sempat terabaikan, mengetahui orang seperti apa yang gue butuhkan, hingga lewat sepi pula gue belajar bahwa gue harus nyaman dan mencintai diri gue sendiri sebelum gue mencintai dan bersama orang lain. Tapi saat ini, untuk beberapa orang, terlalu takut untuk menghadapi rasa sepi, terlalu takut untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia akan baik-baik saja dengan sepi, sepi bukanlah sesuatu yang 'selalu' identik dengan kata menyedihkan. Gue sempet bertanya di tengah-...