Postingan

Bersimpati dan berempati dengan tepat

Heran. Satu kata yang muncul begitu gue melihat isi komentar di ig para korban bencana di daerah Tanjung Lesung.  Indonesia sedang berduka dan melihat tanggapan para netizen membuat gue makin berduka. Gue tahu bahwa di hati kecil mereka sebenarnya memiliki niatan baik tetapi mungkin penyampaiannya tidak dengan cara yang baik sehingga menimbulkan ketidakbaikan. Emangnya apa yang ada di benak kalian ketika kalian ketika mengomentari sebuah postingan di akun korban bencana dengan kata-kata menyudutkan si korban? Kata-kata seperti "Azab karena berbuat begini atau begitu lah", "kasian dia udah meninggal tapi belom sempet tutup aurat", dan hal lainnya yang membuat gue sedih melihatnya.  Kenapa sih kita gak belajar buat bersimpati dan berempati dengan cara yang tepat? Maksud gue saat kita bersimpati dan berempati atas sesuatu yang terjadi pada orang lain tolonglah bersimpati dan berempati dengan tulus tanpa niat ingin merasa benar atau menjatuhkan dia. Bayangin...

Jika nanti

Kita adalah insan yang dipenuhi dengan keraguan. Ragu akan perasaan yang mulai mengisi. Ragu tentang nyaman yang tercipta diantara kita. Ragu akan kita di masa depan. Biar saja, kata kita harus lahir dari keraguan. Aku harap aku menjadi seseorang yang ada dalam keraguanmu. Menjadi wanita yang kamu pilih dengan penuh pemikiran, dengan penuh pertimbangan. Jika nanti keraguanmu dapat diartikan menjadi sebuah titik awal, maka keyakinanlah yang menjadi jawaban akhirnya. Keyakinan bahwa kata kita memang terdiri dari aku dan kamu.  Cukup saat ini nikmati rasa ragumu, jangan terlalu terburu-buru untuk mendapatkan sebuah jawaban. Karena aku tidak ingin hubungan kita lahir dari rasa tergesa-gesa. Aku tidak akan bertanya dengan pertanyaan yang mereka tanyakan, pertanyaan yang menuntutmu segera dalam menentukan hubungan kita, pertanyaan yang bisa membungkam-mu secara telak. Karena aku tahu, tanpa  ada pertanyaan " Kita ini apa? " kamu sudah tahu jawabannya. Kita ...

Deep talk

Gambar
Source image: https://www.u-cergy.fr/ Deep talk atau yang dikenal dengan istilah deep conversation atau dalam bahasa Indonesianya ialah perbincangan mendalam, merupakan suatu kata yang tidak jarang kita temukan di media sosial, atau mungkin di kehidupan nyata teman-teman sudah banyak mendengar ajakan untuk melakukan perbincangan mendalam atau deep talk,  ini? Sebenernya apa sih, deep talk/deep conversation , itu? Lalu apa pentingnya melakukan deep talk? Deep conversation/talk is when two people have a very long conversation about everything thats going on in their life. This is when you both open up and let your feelings free. It could also make them very close (https://www.urbandictionary.com/). Jadi, deep conversation atau deep talk ialah ketika dua orang terlibat perbincangan panjang mengenai 'segalanya' yang terjadi pada hidup mereka. Kebayang dong, segala yang terjadi di hidup mereka itu artinya bukan hanya perbincangan mengenai cuaca yang terjadi hari ...

Jika kamu hanya singgah

Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong beritahu aku. Agar aku tahu apa yang harus aku sajikan. Segelas kopi atau sebongkah hati? Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong bersikaplah selayaknya tamu. Bukan sebagai seorang yang akan menetap. Agar aku tahu bagaimana harus aku memperlakukanmu. Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong beritahu aku. Agar aku tahu kapan waktunya kamu pulang. Sehingga aku tak akan berharap bahwa aku memiliki peluang. Jika kamu hanya ingin singgah untuk bertamu, tolong ingatkan aku. Agar aku tahu sebab mengapa kamu ada di sini. Sehingga kelak tidak ada prasangka yang buruk tentangmu. Jika kamu hanya ingin singgah, tolong jangan berikan kesan yang indah. Agar  tidak ada hati yang tergugah. Jika kamu hanya singgah, tolong jangan menampar aku dengan tarikan di sudut bibirmu. Lengkungan itu berbahaya. Acap kali aku membantah, pertahananku akan runtuh juga. Jika kamu tidak pernah b...

Kalau kita percaya Tuhan yang sama

Hi, selamat malam. Apa kabar?  Sudah lama tidak bersua. Ada hal yang sebenarnya ingin sekali aku sampaikan sejak dahulu. Ingin bertukar obrolan bersama, menghabiskan sore dengan segelas coklat panas sebagai teman kita berdua. Atau kamu lebih suka kopi? tidak masalah, aku suka keduanya. Apapun itu, asal lawan bicaraku kamu aku tidak terganggu, tapi sayang sekali, aku tak pernah dipertemukan dengan kesempatan itu. Jauh sebelum aku mengenalmu aku sudah percaya bahwa segala takdir Tuhan ialah yang terbaik untuk semua hambanya. Apa kamu percaya itu juga?  Seperti halnya aku percaya bahwa bertemu denganmu adalah takdir yang telah Tuhan gariskan. Tapi untuk bersamamu aku tidak yakin. Akhir-akhir ini aku terus mengulang pertanyaan yang sama. Bagaimana jika kita mempercayai Tuhan yang sama? Apakah jalan cerita kita akan tetap sama? Apakah kita tetap akan berpisah tanpa bersama?  Lucu memang, untuk apa kita saling menaruh harap pada hal yang tak mungkin. A...

Perlombaan dalam hidup

Gambar
Source image: https://www.google.co.id/ Beberapa hari ini gue bingung mau nulis apa, tumben banget gue sampe gonta ganti draft di blog, kayak banyak hal yang mau gue tulis tapi saat membahas suatu topik gue  stuck di tengah-tengah. Setelah berpikir, gue mendiagnosa kebingungan gue terjadi karena tulisan gue gak berasal dari keresahan yang sebenernya gue rasain. Ceilah. Akhirnya gue memutuskan untuk berpikir lagi (mikir mulu busetdah), sebenernya hal apa sih yang lagi benar-benar gue resahkan? Dan ternyata, ada. Di bulan ini beberapa temen gue ada yang udah selesai sidang proposal, ada yang udah nyebar undangan nikahan, ada yang udah berhasil wujudin mimpinya untuk menang dalam sebuah kompetisi, dan hal lainnya tentang mimpi, cita-cita serta keberhasilan dalam hidupnya. Terus beberapa hari ini gue jadi mikir, apa yang udah lu capai coba, Na? Keinginan yang semester lalu gue udah rencanain sedemikian rupa di semester ini malah membuat gue bertanya-tanya. "S...

Terimakasih Asian Para Games 2018

Masih belom bisa move on sepenuhnya dari salah satu perhelatan acara terbesar se-Asia. Walau cuma sekitar sembilan hari tapi banyak kenangan yang bisa gue bungkus dari kegiatan ini. Entah dari personal maupun sosial gue. Menginap di PV, awalnya memaksa gue untuk terus mengulang-ulang mantra ajaib agar gue bisa betah menghabiskan malam di sana "A nggep rumah aja Na, lo gak semalem dua malem, masih lama di sini. Ayo betah-betah. " kalimat yang terus gue bisikin ke diri gue sendiri dan bener adanya beberapa malam di sana gue gak merasa khawatir sama sekali, yang ada gue merasa nyaman layaknya di rumah. Gue seneng banget ketika melihat tidak sedikit warga yang antusias atas acara ini, gue juga bahagia dan hormat banget sama orang tua yang membawa anaknya untuk menyaksikan perjuangan atlet disabilitas dalam mengaktualisasi diri mereka. Entah anak mereka bakal ngerti atau gak, itu urusan nanti, seenggaknya gue udah merasa takjub atas niat baik orang tua mereka untuk mengenal...